Di tengah Peningkatan Permintaan, Malaysia Airlines Kembali Terbangkan Rute Kuala Lumpur-Chengdu
Di tengah Peningkatan Permintaan, Malaysia Airlines Kembali Terbangkan Rute Kuala Lumpur-Chengdu
KUALA LUMPUR — Malaysia Airlines secara resmi telah melanjutkan kembali penerbangan langsung antara Kuala Lumpur dan Chengdu setelah terhenti selama sembilan tahun. Penerbangan perdana lepas landas pada 9 Januari 2026, menandai langkah strategis maskapai untuk memanfaatkan peningkatan permintaan perjalanan yang didorong oleh pengaturan perjalanan bebas visa timbal balik yang baru antara Malaysia dan Tiongkok.
Layanan ini beroperasi dengan frekuensi hingga tujuh kali seminggu (penerbangan harian), menghubungkan Terminal 1 Bandara https://www.kabarmalaysia.com/ Internasional Kuala Lumpur (KUL) dengan Bandara Internasional Chengdu Tianfu (TFU). Rute ini dilayani menggunakan pesawat Airbus A330-300, dengan penerbangan perdana MH526 yang menggunakan livery khusus bertema Manchester United.
Didorong oleh Kebijakan Bebas Visa dan Visi Pariwisata 2026
Pengaktifan kembali layanan ini bertepatan sempurna dengan implementasi aturan perjalanan bebas visa 30 hari antara kedua negara, yang berlaku efektif sejak Juli 2025 dan diperpanjang hingga akhir 2026. Kemudahan ini telah meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Malaysia secara signifikan, mendorong maskapai penerbangan untuk memperluas konektivitas mereka.
Permintaan untuk rute ini sangat tinggi, dibuktikan dengan faktor muatan ( load factor ) penerbangan perdana MH526 yang mencapai 91% untuk perjalanan keluar, mencerminkan permintaan yang kuat di pasar.
Memperkuat Konektivitas Regional dan Global
Dengan penambahan Chengdu, Malaysia Airlines kini melayani tujuh destinasi di pasar Tiongkok Raya, menunjukkan komitmen jangka panjang dan kepercayaan diri terhadap pasar tersebut. Penerbangan langsung ini secara signifikan mempersingkat waktu tempuh dan menawarkan koneksi lanjutan yang mulus melalui Kuala Lumpur ke destinasi lain di seluruh ASEAN, Asia Selatan, dan Australasia.
Langkah ini juga sejalan dengan ambisi pariwisata Malaysia di bawah kampanye “Visit Malaysia 2026” (VM2026). Malaysia Airlines berharap dapat meningkatkan jumlah penumpang dan kargo, serta memperkuat konektivitas udara antara Malaysia dan Tiongkok Barat.
Perspektif Industri dan Dampak Ekonomi
Para eksekutif di Malaysia Aviation Group (MAG), perusahaan induk Malaysia Airlines, menyatakan optimisme bahwa rute KUL-TFU akan memainkan peran penting dalam pemulihan industri penerbangan pasca-pandemi. Penerbangan ini tidak hanya memfasilitasi pergerakan penumpang tetapi juga membuka jalur baru untuk perdagangan dan kargo udara, mendukung sektor ekonomi yang lebih luas.
Pengamat industri penerbangan menyambut baik langkah ini sebagai tanda positif kembalinya kepercayaan pasar. Rute-rute internasional langsung, terutama ke pusat-pusat ekonomi dinamis seperti Chengdu, sangat penting untuk menjaga daya saing KUL sebagai hub regional. Ini juga menunjukkan kemampuan Malaysia Airlines untuk secara gesit menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap permintaan perjalanan global.
Menuju Masa Depan yang Lebih Terhubung
Keputusan strategis ini menggarisbawahi komitmen Malaysia Airlines untuk menghubungkan dunia dengan Malaysia dan sebaliknya. Dengan jaringan yang terus berkembang di Tiongkok Raya, maskapai ini memposisikan diri untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar dari salah satu pasar sumber wisatawan terbesar di dunia. Keberhasilan faktor muatan awal memberikan indikasi kuat bahwa langkah ini adalah keputusan bisnis yang tepat, menjanjikan manfaat signifikan bagi sektor pariwisata dan ekonomi Malaysia secara keseluruhan.
